Gabion bok bronjong

*Kawat bronjong manual adalah keranjang anyaman kawat galpanis yang dibuat langsung di lapangan oleh tenaga kerja, bukan di pabrik. Bedanya dengan bronjong fabrikasi ada di proses pembuatan dan fleksibilitas bentuknya.
1. *Spesifikasi Umum*
- *Anyaman*: Kawat baja low carbon digalvanis hot dip, dianyam manual pakai tangan membentuk lubang segi enam
- *Ukuran lubang standar*: 10x12 cm atau 8x10 cm
- *Diameter kawat*: 3.0 mm, 3.4 mm, 4.0 mm. Makin tebal makin tahan beban
- *Bentuk*: Biasanya dibuat langsung mengikuti kontur tanah, jadi nggak selalu kotak sempurna
2. *Proses Pembuatan*
Kawat roll dibawa ke lokasi proyek, lalu dipotong dan dianyam manual di tempat. Setiap sisi diikat pakai kawat lacing 2.2 mm. Karena dikerjakan di lapangan, bentuknya bisa disesuaikan dengan lahan yang miring, bergelombang, atau susah dijangkau alat berat.
3. *Kelebihan Bronjong Manual*
- *Lebih murah*: Hemat 20-40% karena nggak ada biaya angkut unit jadi dan ongkos pabrik
- *Fleksibel*: Bisa dibentuk mengikuti tebing atau sungai yang nggak beraturan
- *Cocok untuk area terpencil*: Nggak butuh truk besar, cukup angkut kawat roll
- *Perbaikan mudah*: Kalau ada bagian yang rusak, bisa ditambal langsung di tempat
4. *Kekurangan*
- *Kerapian anyaman*: Nggak serapi mesin, jadi lubang kadang kurang seragam
- *Waktu pengerjaan*: Lebih lama dibanding pasang bronjong jadi
- *Kualitas tergantung tukang*: Kalau tukangnya kurang berpengalaman, ikatan bisa kurang kuat
5. *Penggunaan Umum*
Sering dipakai untuk proyek irigasi desa, penahan tebing jalan kabupaten, darurat longsor, dan area perkebunan. Cocok kalau budget terbatas tapi butuh volume besar.
Intinya: bronjong manual itu solusi praktis buat proyek lapangan yang butuh fleksibilitas dan biaya rendah, asal kawat dan tenaga anyamnya berkualitas.
Dado Rahman Dibaca 65 Kali
Total Visitor Visitor Today Stay Online Core Product Employee
+
Client Project |

